Mimpi yang Menggetarkan Hati dan Menyalakan Semangat Fakultas Hukum

Fakultas Hukum merayakan Dies Natalis ke-57 pada hari Sabtu (19/9) di Aula Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan. Oratio Dies Natalis Fakultas Hukum berjudul “Ketertiban yang Adil Versus Ketidak-adilan: Beban Sosial-Ekonomi yang Historis dari Hukum” disampaikan oleh Prof. Dr.phil. Budiono Kusumohamidjojo, S.H.

“…pertama: ketidak-tertiban tidak mungkin menghasilkan keadilan, tetapi sebaliknya, bahwa kedua: ketidak-adilan juga akan menghasilkan ketidak-tertiban, padahal ketiga: tidak ada masyarakat manusia yang dapat berlangsung secara kondusif bagi kepentingan manusia sendiri jika keadaan tidak tertib.” Kutipan tersebut adalah bagian awal dalam Oratio Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan yang disampaikan oleh Prof. Dr.phil. Budiono Kusumohamidjojo.

Ketertiban menurutnya merupakan kunci awal agar kehidupan bersama dapat berlangsung sesuai dengan kodrat manusia sendiri yang pada umumnya mendambakan kebahagiaan seperti diungkapkan Sokrates. Beliau menutup oratio dengan sebuah optimisme bahwa Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan bisa menyumbang banyak dalam hal menegakkan ketertiban dengan melakukan best practices dalam kehidupan sehari-hari dan melaksanakan usaha yang sungguh-sungguh dan konsisten untuk mencerdaskan kehidupan bangsa pada segala strata, dan bukan memperdagangkannya.

Seperti gayung bersambut, dalam laporan dekan, bentuk-bentuk pengabdian dosen menjadi salah satu bukti komitmen untuk menegakkan ketertiban tersebut. Meskipun demikian, Dekan Fakultas Hukum Dr. Tristam Pascal Moeliono mengingatkan meskipun kondisi, keberadaan dan reputasi Fakultas Hukum dari awal pendirian terus berkembang dan bisa terus terjaga baik sampai seperti kondisi saat ini karena jasa-jasa orang pada masa lalu, tetapi civitas akademika Fakultas Hukum harus bergerak maju. “Kebanggaan akan kejayaan masa lalu tidak berguna, kita tidak boleh hanya menengok ke belakang, tetapi harus segera berubah untuk meningkatkan daya saing”, tambahnya. Dekan Fakultas Hukum yang baru menjabat selama lima bulan ini menambahkan bahwa adanya globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN membuat persaingan universitas kini ada pada tataran yang berbeda, diperlukan usaha lebih untuk bersaing dengan universitas di luar negeri khususnya ASEAN.

“Ulang tahun adalah waktu yang tepat untuk kita bersama-sama mengingat kembali mimpi apa yang pernah dan masih terus mempersatukan kita? Apakah betul ada mimpi bersama? Atau kita semua bermimpi sendiri-sendiri dalam kebersamaan?” tanyanya. Visi dan misi adalah mimpi bersama yang dirumuskan dengan kata-kata, menurutnya. Beliau kembali bertanya, “Apakah mimpi yang dirumuskan dengan sangat pintar dan menggunakan kata-kata sulit di atas berhasil menggetarkan hati kita? Menyalakan semangat kita untuk memberikan yang terbaik dalam rangka membangun Fakultas Hukum dan UNPAR rumah kita bersama?”

Pada kesempatan kali ini Rektor Mangadar Situmorang, Ph.D. tidak dapat hadir dikarenakan menghadiri konferensi International Network of Universities (INU) di Jerman. Paulus Cahyono Tjiang, Ph.D. yang hadir untuk mewakili rektor menyampaikan bahwa menurutnya, pendirian Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum terlebih dahulu dari yang lain bukan tanpa alasan. Ekonomi dan hukum merupakan hal yang paling dibutuhkan masyarakat Jawa Barat pada masa itu. Beliau berharap Fakultas Hukum terus meningkatkan kontribusinya untuk menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan makmur.

X