Telah Meninggal Dunia Guru Besar Fakultas Hukum Unpar Prof. Dr. Bernard Arief Sidharta, S.H

Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) tengah berduka. Sosok Guru Besar dan teladan, Bapak Prof. Dr. Bernard Arief Sidharta, S.H., telah berpulang kepada Sang Pencipta pada Selasa (24/11) pukul 18.00 sore.

Di usia 77 tahun, Bapak Prof. Dr. Bernard Arief Sidharta, S.H., masih tetap dipercaya sebagai dosen Pengantar Ilmu Hukum, Logika, dan Filsafat Hukum. Sebagai salah satu Guru Besar Hukum di Indonesia, beliau juga turut menyumbang pemikiran-pemikiran yang dituang ke dalam beberapa buku di antaranya, Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum; Ilmu Hukum Indonesia : Upaya Pengembangan Ilmu Hukum Sistematik yang Responsif terhadap Perubahan Masyarakat; Meuwissen tentang Pengembanan Hukum, Ilmu Hukum, Teori Hukum, dan Filsafat Hukum; serta buku Pengantar Ilmu Hukum : Suatu Pengenalan Pertama Ruang Lingkup Berlakunya Ilmu Hukum yang pernah beliau tulis bersama tokoh Mochtar Kusumaatmadja.

Kiprah Bapak Prof. Dr. Bernard Arief Sidharta, S.H., di bidang Ilmu Hukum memang tidak diragukan lagi. Semasa hidupnya, beliau pernah menjadi ahli hukum dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di praperadilan Budi Gunawan dan menjadi pakar pada kajian Teori Hukum dan Filsafat Hukum yang berbasis pada Pancasila. Kajian tersebut rupanya telah menarik perhatian para penstudi hukum dan filsafat hukum sehingga beliau seringkali diminta sebagai narasumber di beberapa kesempatan.

Pengetahuan dan ilmu yang tinggi nampaknya tidak membuat Bapak Prof. Dr. Bernard Arief Sidharta, S.H., menjadi tinggi hati. Beliau memiliki minat untuk selalu membagi ilmu dan seringkali berkunjung ke ruang kerja para dosen muda untuk mendiskusikan beberapa hal. Diskusi tersebut selalu terjadi dalam suatu obrolan yang santai, ringan, namun tetap antusias.

Sosok yang rendah hati memang selalu menjadi teladan . Beliau mampu mendorong para dosen muda untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan hukum dan tidak pernah memaksakan gagasan atau pandangan ilmunya.

Sebagai ringkasan informasi, almarhum akan disemayamkan di Rumah Duka YDS ‘Priangan’ Ruang D-E Jalan Nana Rohana No.37 Bandung. Kemudian, misa dan prosesi tutup peti akan dilakukan pada hari Rabu (25/11) pukul 19.00 WIB di Rumah Duka YDS ‘Priangan. Sementara itu, Misa Requiem yang dipimpin oleh Mgr. Antonius Bunyamin akan dilaksanakan pada Kamis (26/11) dimulai pukul 08.00 WIB di Lobby Rektorat Universitas Katolik Parahyangan, dilanjutkan dengan penghormatan oleh keluarga besar Universitas Katolik Parahyangan.

Semoga segala dedikasi dan sumbangsih ilmu maupun karya yang telah beliau berikan senantiasa diingat dan dikenang.

Segenap sivitas akdemika Universitas Katolik Parahyangan mengucapkan turut berduka cita dan berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan.

X