Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat dan Universitas Katolik Parahyangan

Setelah melalui proses diskusi dan perundingan yang cukup a lot, pada Jumat, 28 Juli 2017, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) dan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) secara resmi memulai kerja sama dalam bidang penelitian melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tentang “Peningkatan Kualitas Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah, Partisipasi Masyarakat, dan Pemahaman Kepemiluan”. Nota Kesepahaman dibuat sebagai payung kerja sama antara KPU Jabar dan UNPAR yang ditandatangani Ketua KPU Jabar, Dr. Yayat Hidayat, M.Si, dan Rektor UNPAR, Mangadar Situmorang, Ph.D., sementara dalam pelaksanaan penelitian dilakukan oleh Fakultas Hukum (FH) melalui Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh Sekretaris KPU Jabar, Heri Suherman, S.H., dan Dekan FH UNPAR, Dr. Tristam Moeliono, S.H., M.H., LL.M. Acara ini dihadiri oleh pihak-pihak yang terlibat, yaitu dari KPU Jabar, UNPAR, dan juga tim dari FH.

Kerja sama ini dibentuk dengan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih atau memberikan hak suara pada hari pencoblosan dan berperan aktif di setiap tahapan Pemilu maupun Pilkada guna mewujudkan demokrasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sesuai fungsi dan tugas masing-masing lembaga. Hal ini disuarakan oleh Ketua KPU Jabar, Pak Yayat, yang menunjukkan keprihatinan terhadap menurunnya jumlah pemilih, sehingga perlu dilakukan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kepemiluan. Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H., M.H. sebagai salah satu penggagas penelitian beranggapan bahwa hal ini perlu dilihat dari segi visi misi program pasangan calon Kepala Daerah. Mungkinkah karena visi misi program yang tidak rasional dan tidak terlaksana menyebabkan menurunnya jumlah pemilih seiring menurunnya kepercayaan kepada figur Kepala Daerah? Oleh karena itu, secara khusus kerja sama penelitian diberi tema “Peningkatan Kapasitas Pemahaman Pemilih terhadap Visi Misi Program Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat” dengan harapan luaran penelitian ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat akan visi misi program secara rasional, calon Kepala Daerah pun dapat menyusun visi misi program yang aspiratif, akomodatif, kolaboratif, dan partisipatif, serta dapat menjadi materi muatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang objektif, dapat dilaksanakan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tim Pelaksana dari FH UNPAR terdiri dari Prof. Asep Warlan Yusuf dan Pak Tristam Moeliono sebagai Pengarah, Dr. W. M. Herry Susilowati, S.H., M.Hum. sebagai Ketua Tim Peneliti, Dr. Rachmani Puspitadewi, S.H., M.H. sebagai Wakil Ketua, Rismawati, S.H., M.H. sebagai Sekretaris, dan Dewi Sukma Kristianti, S.H., M.H. dan Dyan Sitanggang, S.H., M.H. sebagai Anggota. Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa dari FH UNPAR yakni Fauzi Hadi Al Amri dan Muhammad Ghariza. Penelitian yang akan dilaksanakan selama 9 bulan ini diharapkan dapat mengembangkan penelitian, pengkajian, dan pengabdian kepada masyarakat tentang pendidikan politik dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu maupun Pilkada.