Lima Puluh Sembilan Tahun Perjalanan FH Unpar

Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) tahun ini genap berusia 59 tahun. Usia yang tidak muda ini menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi hukum yang berkualitas. Untuk merayakannya, FH Unpar menyelenggarakan Dies Natalis, bertempat di Aula FH, Kampus Unpar Ciumbuleuit, pada Senin (18/9). Acara ini dihadiri oleh perwakilan Yayasan Unpar, pimpinan universitas dan fakultas, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik Paulus Cahyono Tjiang Ph.D yang mewakili Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D, tokoh masyarakat, serta keluarga besar FH Unpar.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan dari pihak panitia, yayasan, serta universitas. Orasio Dies, sebagai puncak penyelenggaraan Dies, terasa istimewa dengan kehadiran Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia, Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., Ph.D., yang menyampaikan orasi berjudul “Pembangunan Hukum untuk Masyarakat yang Beragam”. Melalui orasi ini, beliau mengingatkan kembali pentingnya pembuatan kebijakan hukum yang mampu mengakomodasi keberagaman sebagai identitas Bangsa Indonesia.

Dalam orasionya, Yasonna Laoly mengatakan, “Sejatinya hukum tidak berakar pada HAM. Hukum ada dalam bangsa itu sendiri. Kemajemukan hukum berkaitan dengan fenomena globalisasi. Hukum bergerak dari berbagai wilayah yang tanpa batas.”

Berbagai prestasi di bidang akademik dan nonakademik telah diraih mahasiswa FH Unpar, baik di tingkat fakultas, nasional, maupun internasional. Pada kesempatan tersebut, FH Unpar memberikan penghargaan berupa piagam bagi mahasiswa berprestasi. Penghargaan akademik diberikan kepada mahasiswa peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dari angkatan 2014, 2015, dan 2016.

Selain itu, FH Unpar juga memberikan penghargaan bagi mahasiswa hukum yang berhasil menjuarai berbagai kompetisi seputar hukum di tingkat nasional. Di antaranya adalah Juara Harapan 3 Draft Constitutional dan Juara 1 Debat Nasional Konstitusi dalam Pekan Konstitusi MPR 2017, Juara 1 Constitutional Drafting dalam Padjadjaran Law Fair IX dan lainnya. Ada pula kelompok mahasiswa yang berhasil mendapatkan dana penelitian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Acara ditutup dengan tradisi tiup lilin oleh pimpinan fakultas hukum beserta perwakilan alumni, diiringi oleh keceriaan dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM) dan tamu undangan, juga ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antarsivitas akademika FH Unpar.

Sumber : UNPAR Web