Diskusi Publik “Ujaran Kebencian dan Kebebasan Berekspresi; Problem Legislasi dan Penanganannya”

Kegiatan Diskusi Publik “Ujaran Kebencian dan Kebebasan Berekspresi; Problem Legislasi dan Penanganannya” telah diselenggarakan pada Jumat, 1 Februari 2018 di Operatian Room lantai 4 gedung 0 UNPAR pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dan diikuti peserta berjumlah 100 orang yang berasal dari beragam Fakultas Hukum serta NGO relevan di wilayah Bandung. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan dengan IMPARSIAL (The Indonesian Human Rights Monitor). Para narasumber kegiatan ini ialah Erwin Natosmal Oemar (Peneliti Indonesian Legal Roundtable), Dr. Widati Wulandari, S.H., M.Crim. (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Padjajaran), Syahri Delimunthe, S.H. (Lembaga Bantuan Hukum Bandung), dan Ardi Manto Adiputra (Koordinator Peneliti IMPARSIAL). Kegiatan ini berisi mengenai pembahasan tindak pidana ujaran kebencian di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Rancangan KUHP yang dikaitkan dengan hak asasi manusia dalam kebebasan berekspresi.

Tujuan Program :
1. Membangun kesadaran publik tentang bahaya ujaran kebencian atas dasar SARA dan pentingnya pengaturan tersebut yang selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
2. Mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan ujaran kebencian sesuai dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
3. Mendapatkan masukan dan saran terkait pengaturan ujaran kebencian yang selaras dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.