Lahir Dari Mimpi Membangun Bangsa

Pada januari 1955 lalu di Bumi Parahyangan didirikan sebuah Perguruan tinggi yang menjadi cikal bakal berdirinya sebuah Universitas Swasta Katolik tertua di Indonesia. Berawal dari mimpi 2 orang uskup, yaitu uskup Bandung Mgr.P.M.Arntz,OSC. (alm) dengan uskup Bogor Mgr.Prof.Dr.N.J.C.Geise,OFM. (alm) dengan segala daya memberi diri untuk mengupayakan berdirinya kampus yang pada saat itu jelas tidaklah mudah.

Mimpinya sangat sederhana melihat sebuah negeri yang masih seumur jagung dan membutuhkan perjuangan panjang dalam mencapai cita- citanya menyejahterakan dan mencerdaskan, Arnzt dan Geise ingin perguruan tinggi ini menjadi tempat belajar yang diingat bukan karena tumbuh besar dan menjadi komersial, namun karena tempat tersebut menjadi tempat yang nyaman dan aman melahirkan para kaum terpelajar yang menjunjung semangat serta prinsip “BAHKUNING HYANG MRIH GUNA SANTJAYA BAKTI” – Berdasarkan Ketuhanan, Menuntut Ilmu Untuk Dibaktikan Pada Masyarakat.

FAKULTAS HUKUM UNPAR – KOMITMEN MEMBANGUN HUKUM YANG BERKEADILAN UNTUK INDONESIA.

Tahun 1958 para pendiri UNPAR tersebut melihat bahwa kebutuhan pembangunan bangsa Indonesia harus diiringi dengan pembangunan Hukum sebagai landasan bernegara yang berkeadilan. Saat itu saja misalnya sarjana hukum hanya ada sekitar 200 orang saja padahal jumlah penduduk sudah lebih dari 90 juta orang. Hal tersebut mendorong didirikannya sebuah fakultas hukum yang melahirkan para IURIS yang diharapkan memegang nilai- nilai sesanti UNPAR. 15 september menjadi penanda sejarah berdirinya fakultas hukum swasta tertua di Indonesia.

Saat ini 59 tahun perjalanan fakultas hukum UNPAR masih tetap dengan semangat yang sama, bertahan di tengah perubahan zaman dan menghadapi berbagai tantangan. Melahirkan para IURIS yang telah berkarya di berbagai lini dan bidang kehidupan, namun fakultas hukum UNPAR masih terus berbenah. Janji untuk terus berkontribusi pada pembangunan hukum di bangsa ini adalah DNA yang tertanam dalam darah setiap lulusan UNPAR. Ada setiap doa para Guru dan Civitas Akademika dalam setiap karya para alumnus.

PANGGILAN MENJADI KETUA ILUMNI FH UNPAR : IKHTIAR UTK TERUS BERKONTRIBUSI – WE ARE ONE – TOGETHER WE ARE STRONG.

Perjalanan FH UNPAR tidak terlepas dari bakti para almamater. Dalam wadah nya, Ikatan Alumni berperan penting dalam mendukung peran Fakultas menjalankan baktinya sebagai Perguruan Tinggi dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi. 25 November 2017 lalu adalah salah satu momentum kembalinya wadah Alumni kembali bergerak bersama Fakultas Hukum dalam wadah ikatan alumni.

Ivan Petrus Sadik, salah seorang lulusan FH UNPAR Angkatan 1986 yang telah berhasil dalam menjajaki karier memilih untuk pulang dan membaktikan diri kepada almamater sebagai ketua Ikatan Alumni Periode 2018 – 2022 melalui pemilihan yang demokratis. Berangkat dari niat sederhana namun dengan kecintaan yang besar, ya – berbakti kepada almamater yang telah membesarkan dirinya hingga sukses seperti saat ini.

Ketua Umum ILUMNI Melihat bahwa sumber daya dan kapasitas yang dimiliki UNPAR, khususnya ILUMNI FH UNPAR tidak perlu diragukan, namun kembali menyadari arti dari “Persatuan” akan membawa ILUMNI FH UNPAR menjadi KUAT; WE ARE ONE – TOGETHER WE ARE STRONG.

MENJADI REFERENSI PERTAMA MAHASISWA YANG INGIN BELAJAR HUKUM DI INDONESIA.

Mengabdi sebagai Ketua Ikatan Alumni, Ivan Petrus Sadik ingin terus menjadikan mimpi para pendiri Universitas ini dengan semangat yang sama, bahwa FH UNPAR dapat menjadi tempat mencetak para IURIS handal yang berguna untuk pembangunan Indonesia. Indikator utama yang ingin dicapai adalah menjadikan FH UNPAR sebagai Menjadi Referensi Pertama Mahasiswa Yang Ingin Belajar Hukum Di Indonesia.

Menjadi referensi pertama mahasiswa yang ingin belajar hukum di Indonesia bukan berbicara tentang komersialisasi dan teknik marketing yang baik semata, namun dimulai dari kepercayaan masyarakat melihat kontribusi FH UNPAR dan ILUMNI nya memberi andil pada pembangunan hukum di negeri ini.

PANGGILAN UNTUK TURUT TERLIBAT BAGI SEGENAP ALUMNUS FH UNPAR : BERPULANG KERUMAH BESAR

2 – 3 Februari 2018 adalah waktu pelantikan bagi segenap pengurus dan kelengkapan kerja Ikatan Alumni FH UNPAR, menyelaraskan langkah dan menyatukan pandangan menjadi hal penting pada acara tersebut. Menyadari tanggung jawab dan amanah besar yang dipercayakan menjadi pegangan bagi setiap pengurus mengemban kepercayaan yang diberikan.

4 tahun ke depan adalah waktu untuk berkarya pada almamater tercinta, menghidupi kembali panggilan dan ajaran almamater sesuai sesanti UNPAR adalah sebuah BAKTI. Ivan Petrus Sadik menyadari tidak mudah jalan yang ditempuh ke depan, namun kembali ber- konsolidasi dengan segenap saudara/I Alumnus Fakultas Hukum UNPAR untuk berpulang ke rumah besar adalah langkah awal dari jutaan langkah karya yang akan dijalani ke depan. Semoga Tuhan Menolong Kami adalah doa yang selalu didengungkan untuk terus kembali berbakti.

Bandung, 3 Februari 2018

NOVIO MANURUNG & VISENSIUS MANUELA