Dies Fakultas Hukum Unpar ke-60

Momen ulang tahun seringkali dimaknai manusia sebagai masa bersyukur karena masih hidup dan terberkati hingga saat ini. Namun di sisi lain, ulang tahun dapat menjadi momentum untuk merefleksikan diri untuk menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki dan semakin menjadi pribadi yang lebih baik.

Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) menyelenggarakan acara Dies Natalis FH sebagai perayaan hari jadinya yang ke-60, pada Rabu (19/9) di Gedung 2, Kampus Unpar Ciumbuleuit. Acara ini menjadi sebuah momen untuk merayakan pencapaian serta merefleksikan diri guna mencapai kualitas yang lebih baik dari pencapaian sebelumnya.

Dies Natalis kali ini mengusung tema “Hak Asasi Manusia, Hukum, dan Masyarakat Adat di Indonesia”. “Topik ini dipilih karena pemapar oratio kebetulan adalah komisioner Komnas HAM juga. Dan memang isu HAM dan masyarakat adat sedang genting untuk diangkat kembali dalam diskusi hukum maupun politik,” ungkap Carlo Andreas, koordinator lapangan bagi panitia mahasiswa untuk Dies Natalis tahun ini. Topik oratio juga dipilih karena netral dan tidak memihak di kondisi kita yang akan memasuki tahun politik.

Acara Dies dibuka dengan misa pagi yang dipimpin oleh Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC. “Kepekaan penting dalam kehidupan sehari-hari. Kepekaan positif yaitu orang mampu memahami kejadian di sekitarnya dengan positif. Hal ini dapat mempengaruhi tindakan welas asih dan bukan kritik,” ujar Mgr. Antonius menyampaikan khotbahnya.

Beliau juga menekankan perlunya welas asih dalam iman di zaman kontemporer dimana kita sarat dengan kegiatan “nyinyir” dan kritik yang terlalu pedas. Mgr. Anton juga mengisahkan bagaimana masyarakat adat perlu menjadi perhatian kita karena seringkali masyarakat adat sering ditindas oleh oknum masyarakat kota yang menindas mereka secara fisik atau struktural baik dalam ekonomi tapi utamanya dari segi hukum. “Di atas pendekatan hukum, baiknya kita juga melakukan pendekatan kasih sebagaimana diajarkan,” pesannya.

Perayaan Dies dihadiri oleh ketua yayasan Unpar dan jajarannya, Uskup Bandung, jajaran Rektorat Unpar, sivitas akademika FH Unpar, serta para tamu undangan. Acara dilanjutkan dengan laporan Dekan FH Unpar Dr. Tristam Pascal Moeliono, SH,MH,LLM dalam rangkaian acara Dies Natalis.

Ikatan Alumni (IKA) FH Unpar serta beberapa alumnus turut hadir meramaikan acara Dies Natalis tersebut. Novio Manurung Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni FH dalam sambutannya mengemukakan beberapa rencana ke depan yang akan dilakukan tim IKA FH, seperti buletin alumni FH, rencana acara homecoming, serta Fun Walk 2018 yang akan diselenggarakan mulai bulan Desember.

Novio juga menambahkan cita-cita IKA FH yang ingin mengangkat karya dan individu alumni FH Unpar sebagai produsen sumber daya manusia mumpuni di bidang hukum dengan visi, misi, dan rasio dalam karya mereka.

Prof. B.S. Kusbiantoro selaku ketua Yayasan Unpar juga turut memberikan sambutan. “Kita patut bersyukur bahwa FH Unpar secara konsisten dianggap sebagai institusi pendidikan hukum yang amat baik bahkan berada di posisi atas dalam lembaga penyelenggara pendidikan hukum swasta maupun negeri. Ini adalah capaian para manusianya juga. FH bangga akan dosen, mahasiswa serta alumninya, “ ungkapnya bangga.

Adapun Dies Oratio disampaikan oleh Sandrayati Moniaga Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal (2017-2020). Beliau adalah salah satu kandidat Doktor (S3) Fakultas Ilmu Hukum, Universitas Leiden, Belanda.

Sandrayati menggunakan teknologi multimedia berupa film dokumenter dalam menjelaskan kekurangan penegakkan hukum dan HAM bagi para penduduk, termasuk masyarakat adat. Acara ditutup dengan pembagian buku HAM serta ramah tamah.

(Sumber : http://unpar.ac.id/)