Universitas Katolik Parahyangan Memenangkan Kompetisi International Humanitarian Law Moot Court Competition

Universitas Katolik Parahyangan keluar sebagai juara kompetisi peradilan semu International Humanitarian Law Moot Court Competition (‘IHL Moot Court Competition’) setelah mengalahkan Universitas Indonesia di babak final yang berlangsung pada hari Minggu (4/11) di kampus FH UNPAR. Dengan demikian, UNPAR akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi di putaran internasional IHL Moot Competition yang akan berlangsung pada bulan Maret 2019 di Hong Kong.

Tim Fakultas Hukum UNPAR terdiri dari Moses Mesakh (angkatan 2016), Kevin Setiadi (angkatan 2016), dan Theo Prawiradirdja (angkatan 2017). Selain menjadi juara umum, kedua oralist yaitu Kevin Setiadi dan Theo Prawiradirdja berhasil masuk ke dalam jajaran 10 besar oralist dalam kompetisi ini. Dalam proses persiapan, tim dilatih oleh Bapak Dr. Hary Elias, B.A. (Law Tripos 1st Class), LL.M. (Cantab), MBA (Columbia), J.D. (Columbia), Academic Director Temasek Independent School, Bapak Heru Muzaki, Partner & Founder of LHBM Counsel (FH UNPAR angkatan 2003), dan Bapak Adrianus A. V. Ramon, S.H. (UI), LL.M. (Adv.) (Qld.), dosen Hukum Humaniter Internasional FH UNPAR. Selain itu, tim juga berlatih dengan para mentor dan senior dari Parahyangan International Law Society (PILS).

Kompetisi ini sendiri diselenggarakan oleh FH UNPAR dengan dukungan penuh dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC). 24 universitas terbaik dari seluruh Indonesia turut bertanding sebagai peserta dan 2 universitas lainnya hadir sebagai observer (pengamat) kompetisi. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, kompetisi ini merupakan kompetisi peradilan semu terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia.

Untuk menjadi juara, tim UNPAR harus melewati dua babak penyisihan, babak perempat final berhadapan dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), babak semifinal berhadapan dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) dan babak final berhadapan dengan UI.

Berikut adalah hasil lengkap dari kompetisi:

Juara Umum : Universitas Katolik Parahyangan
Runner Up : Universitas Indonesia
Semifinalis : Universitas Islam Indonesia dan Universitas Pelita Harapan

Oralis Terbaik : Bagoes Carlvito (Universitas Gadjah Mada)
Oralis Terbaik Kedua : Shannon Tamara (Universitas Pelita Harapan)
Oralis Terbaik Ketiga : Audrey Kurnianti (Universitas Gadjah Mada)

Memorial Terbaik : Universitas Islam Indonesia
Memorial Terbaik Kedua : Universitas Katolik Atmajaya Jakarta
Memorial Terbaik Ketiga : Universitas Sebelas Maret

‘Spirit of the Moot’ Award (universitas pendatang baru dengan peringkat tertinggi dan menunjukkan semangat luar biasa dalam berkompetisi): Universitas Kristen Maranatha