SIMPOSIUM NASIONAL HUKUM PERDATA INTERNASIONAL 3

Menuju Hukum Perdata Internasional Indonesia yang Lebih Baik Mendukung Pertumbuhan Masyarakat Global

Hukum Perdata Internasional semakin dirasakan pentingnya dalam penegakan hukum pada persoalan-persoalan di bidang keperdataan dan perdagangan. Potensi timbulnya persoalan-persoalan hukum di berbagai bidang keperdataan dan perdagangan yang melibatkan elemen-elemen ekstra-teritorial (atau mengandung unsur-unsur asing) semakin perlu diantisipasi beriringan dengan semakin berkembangnya partisipasi subyek-subyek hukum Indonesia dalam berbagai transaksi-transaksi transnasional itu.

Sebagai salah satu bidang dari Hukum Perselisihan (Conflict of Laws, Hukum Antar Tata Hukum), Hukum Perdata Internasional (selanjutnya “HPI”) berkembang untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan hukum keperdataan yang memiliki keterkaitan dengan sistem hukum dari lebih dari satu berdaulat. Penguasaan atas pola berpikir, asas-asas dan aturan-aturan, serta pola penyelesaian sengketa HPI oleh para pengemban profesi hukum di bidang hukum keperdataan dan perdagangan menjadi semakin penting pada era globalisasi atau setidaknya “de-borderisasi” pergaulan manusia.

Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester MK Hukum Perdata Internasional

Menjamin kompetensi seorang lulusan Fakultas Hukum di Indonesia, baik pada tingkat sarjana, magister maupun doktoral agar berkemampuan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hukum (keperdataan) yang mengandung unsur transnasional itulah yang menjadi salah satu tantangan bagi fakultas-fakultas hukum untuk meninjau kembali substansi, metode serta capaian pembelajaran bidang Hukum Perdata Internasional.

Mahasiswa Fakultas Hukum yang progresif perlu memiliki kemampuan menganalisa masalah hukun transnasional, tanpa mempedulikan bahwa dia akhirnya akan mengemban profesi hukum atau tidak, karena masalah transnasional telah menjadi fenomena biasa di abad milenial ini

Kesadaran terhadap perlunya memiliki profil lulusan yang progresif terekspresi dalam antusiasme tinggi di kalangan para pengajar dan pemerhati bidang HPI di Indonesia untuk bergabung secara aktif di dalam sebuah asosiasi yang untuk sementara diberi nama Asosiasi Pengajar dan Pemerhati HPI Indonesia untuk meninjau kembali HPI sebagai salah satu fragmen penting dari kurikulum Fakultas-fakultas hukum di Indonesia.

Salah satu langkah konkrit yang ingin diwujudkan melalui Asosiasi tersebut adalah mengkaji dan mendefinisikan kembali Hukum Perdata Internasional sebagai obyek pembelajaran dalam sebuah kurikulum berbasis kompetensi melalui sebuah Simposium Nasional.

Untuk kepentingan itu, Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan berinisiatif untuk menyelenggarakan Simposium Hukum Nasional Hukum Perdata Internasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 10-11 Desember 2018, dengan mengundang para pengajar dan pemerhati bidang HPI di Indonesia

Penguatan Organisasi dan Kerjasama

Menyadari kenyataan-kenyataan di ataslah maka Asosiasi Pengajar dan Pemerhati HPI Indonesia – yang untuk sementara waktu bernaung di bawah organisasi Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan – bermaksud untuk menyelenggarakan Simposium Hukum Perdata Internasional dengan dua materi bahasan utama yang sedikit banyak bertautan satu sama lain, yaitu:
(1) Pengembangan Topik-topik Pembelajaran Hukum Perdata Internasional dalam rangka pembentukan standar minimum Rencana Pembelajaran Semester HPI di dalam sebuah Kurikulum Fakultas Hukum Berbasis Kompetensi;
(2) Pengukuhan Asosiasi Pengajar dan Pemerhati HPI Indonesia sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang berkekuatan hukum, dengan beranggotakan dosen-dosen HPI fakultas-fakutas hukum Indonesia dan pihak-pihak pemangku kepentingan lain yang relevan dengan pengembangan/perkembangan bidang keilmuan Hukum Perdata Internasional Indonesia.

Topik dan Narasumber:

Ibu Tiurma M. Pitta Alagan, SH. MH. (FH Universitas Indonesia):
Peran dan Kedudukan Hukum Perdata Internasional dalam Peningkatan Kualitas Lulusan Fakultas Hukum di Indonesia

Afifah Kusumadara, S.H., LL.M., SJD. (FH Universitas Brawijaya):
Arah Pengembangan Mata Kuliah Hukum Perdata Internasional di FH Tingkat Sarjana di Indonesia

Dr. Bayu Seto, SH. LL.M. (FH Universitas Katolik Parahyangan):
Capaian Pembelajaran HPI dalam Kerangka Kurikulum FH Indonesia Berbasis Kompetensi

BROCHURE —> KLIK DISINI
FORMULIR PENDAFTARAN —> KLIK DISINI
FORMULIR ISIAN —> KLIK DISINI
TERMS OF REFERENCE —> KLIK DISINI