TIM FH UNPAR MERAIH PENGHARGAAN ‘BEST MEMORIAL’ DALAM KOMPETISI BANI MOOT

Tim dari Komunitas Mahasiswa Peradilan Semu Nasional (KMPSN) FH Unpar berhasil meraih Juara Ke-3 serta mendapatkan penghargaan ‘Best Memorial’ (berkas terbaik) pada kompetisi BANI Arbitration Moot yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) di Jakarta. Pada perlombaan kali ini, tim KMPSN FH Unpar terdiri dari Maria Margareta Helmi (2017) sebagai ketua delegasi, Ryano Rahadian (2016), Tarissa Zezilya (2018), Maleakhi Aditya Sarana (2018) dan Agra Athallah Pramono Putra (2018).

Kompetisi BANI Moot 2019 merupakan kompetisi yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh BANI, dengan tujuan untuk memberikan edukasi terkait penyelesaian sengketa komersil melalui arbitrase yang akhir-akhir ini semakin populer di Indonesia. Kompetisi BANI Moot tahun ini diikuti oleh 8 Universitas dari seluruh Indonesia.

Tim KMPSN FH Unpar merupakan salah satu tim yang berhasil lolos ke tahap semi final setelah meraih peringkat pertama dalam babak eliminasi. Pada akhirnya tim mendapatkan peringkat ke-3 dan meraih penghargaan ‘Best Memorial’ sebagai tim dengan berkas atau atau argumen tertulis terbaik.

Dalam mempersiapkan perlombaan kali ini, tim KMPSN FH Unpar mendapatkan arahan dari empat dosen FH Unpar yakni John Lumbantobing, S.H., LL.M, MCIArb, Theodora Pritadianing Saputri, S.H., LL.M. Wurianalya Maria Novenanty, S.H., LL.M. dan Dr. Djamal, S.H., M.Hum. serta mendapatkan bantuan dari official tim yang terdiri dari Demak Setio Laksono (2016) selaku Ketua official, Dea Safira (2016), Anselmus Vialino Sinaga (2016), Beril Daniel Sianambela (2016), dan Rhendie Rashelda Darmawan (2016).

KMPSN juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada alumni KMPSN yang terlibat dalam melatih dan mempersiapkan tim: Edgar Christian Martua Raja (2012),  Nurmanto Xie (2015), Andera Faiz Rabbani (2014), Dea Calista (2013), Nick Sanjaya (2013), Bonifacius Justin (2013), Natanael Edwin Sahala Lingga (2012) dan Andreas Johanes (2013).