Quo Vadis Law Fair 2019: Persiapan Menuju Dunia Kerja Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum

Untuk pertama kalinya, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HMPSIH) menyelenggarakan ‘Law Fair’ pada tanggal 21-23 November 2019 yang merupakan serangkaian seminar, workshop dan pameran bertemakan hal-hal seputra pekerjaan di bidang hukum. Acara ini merupakan suatu terobosan baru HMPSIH untuk menjadi wadah pengenalan mahasiswa FH Unpar terhadap bidang-bidang pekerjaan di bidang hukum dan memberikan gambaran akan tantangan serta kiat-kiat bekerja di law firm atau bagian legal di suatu perusahaan. Acara ini ramai diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa FH Unpar angkatan 2019 yang baru masuk, mahasiswa angkatan atas yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa perkuliahan di FH Unpar, sampai dengan lulusan-lulusan FH Unpar yang baru saja diwisuda.

Rangkaian acara Law Fair terdiri dari workshop, talk show atau diskusi panel, dan pembukaan booth oleh beberapa law firm papan atas dimana mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar praktek sebagai pengacara, berdiskusi dan memberikan lamaran pekerjaan serta CV.

Rangkaian acara hari pertama dibuka dengan talkshow “Era Baru si Pemberantas Korupsi” yang menghadirkan pembicara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibu Mia Suryani Siregar S.H selaku pembicara.

Di hari kedua, beberapa rangkaian workshop diisi oleh Partner serta Associate dari firma-firma hukum papan atas. Mereka yang mempresentasikan dan membagikan pengalamannya selama bekerja di firma hukum yaitu Bapak Abadi Abi Tisnadisastra S.H.,L.LM dan Ibu Alfa Dewi Setiawati, S.H. dari AKSET Lawfirm dengan topik ”What to Expect When You Are Expecting to Be a Lawyer” dan Bapak Narendra Adiyasa S.H dan Bapak Cahya Buana Arif, S.H. dari Hiswara Bunjamin & Tandjung (HBT) dengan topik “Working at HBT: a 360 Degree Perspectives”. Rangkaian acara pada hari kedua ditutup oleh Bapak Robby P. Tambunan dari Blue Sky Group dengan judul “Powerful CV and Job Interviewing”.

Selain Workshop, pada hari ketiga diadakan diskusi panel dengan BUMN yang dimoderasi oleh Bapak Heru Muzaki S.H dari LHBM Counsel. Perwakilan BUMN yang mengisi diskusi yaitu Bapak Yohanes Wibowo Situmeang S.H., LL.M dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Bapak Pratama Luckyto, S.H dari PT Len Railways System, dan Bapak Donny Pratama Nugraha, S.H dari PT Kereta Api Indonesia. Sesi selanjutnya diiisi oleh Ibu Marion Elizabeth S.H., LL.M dan Handika Tjen, S.H. dari firma hukum Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP) yang mengisi workshop bertemakan “Lawyering in a Nutshell”, serta sesi terkahir oleh Bapak Muhammad Haykal, S.H dan Ibu Hanna Kathia Septianti S.H yang mengisi workshop bertemakan “Proses Beracara dalam Arbitrasi dan Pembatalan Arbitrasi”.

HMPSIH dan FH Unpar mengucapkan terima kasih kepada para pengisi acara dan booth, serta terutama kepada para sponsor yang telah mendukung ‘Law Fair’ ini: Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP), LHBM Counsel dan AKSET Law (Arfidea Kadri Sahetapy-Engel Tisnadisastra) sebagai Diamond Sponsors, Hiswara Bunjamin & Tandjung (HBT), SIP Law Firm dan Wiriadinata & Saleh sebagai Ruby Sponsors, serta Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro (ABNR).