UNPAR Melaju Wakili Indonesia dalam Kompetisi Peradilan Semu Internasional

Untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) akan mewakili Indonesia dalam putaran dunia Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition di Washington D.C., Amerika Serikat pada April 2020. Hal ini berhasil dicapai berkat raihan Tim Unpar sebagai 2nd Runner Up dalam The 18th Annual Indonesian National Rounds of The Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition yang digelar di UNIKA Atma Jaya Jakarta pada 7-9 Februari 2020.

Tim Unpar dalam kompetisi ini merupakan mahasiswa-mahasiswi sarjana Fakultas Hukum Unpar angkatan 2017 dan 2018 yang tergabung dalam organisasi Parahyangan International Law Society (PILS). Tim yang terdiri dari Clemens Danang, Aurelia Livya, Theo Prawiradirdja, Vincent Jiadi, dan Sabella Jane ini dibimbing oleh dua dosen ilmu hukum Unpar, yaitu John Lumbantobing, LL.M, MCIArb. dan Theodora Saputri, LL.M.

Selain menjadi Juara 3, Tim Unpar juga mendapat penghargaan 2nd Best Respondent’s Memorials (penghargaan untuk argumen tertulis terbaik di pihak tergugat), Best Oralist Award (Theo Prawiradirdja) dan 2nd Best Oralist Award (Vincent Jiadi). Selain itu, anggota Tim Unpar lainnya juga menempati peringkat 10 besar, yaitu pada peringkat keempat (Clemens Danang) dan kesembilan (Aurelia Livya) dari total 75 peserta seluruh Indonesia.

Prestasi ini tentu tidak dapat diraih tanpa dukungan dari berbagai pihak, termasuk alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni (ILUMNI) FH Unpar. Selama mempersiapkan diri menghadapi putaran nasional, Tim Unpar mendapat dukungan dari penasihat dan pelatih eksternal yang berpengalaman, khususnya sebagai bagian dari Tim Unpar dalam kompetisi Jessup terdahulu. Mereka adalah Vik Tang dan Rachita Bhagnani (Foreign Counsels, Hiswara Bunjamin & Tandjung), Carol Lim (Foreign Counsel, Assegaf Hamzah & Partners), Tyas Hardianto (Ginting & Reksodiputro – Allen & Overy, FH Unpar 2010), Aiqinea Tarigan (FH Unpar 2012), Anastasia Anggita (Makarim & Taira S., FH Unpar 2016), Gregorius Sachio (FH Unpar 2016), serta Irene Hadi Wijaya (Hermawan Juniarto – Deloitte, FH Unpar 2014).

Adapun kompetisi Jessup merupakan kompetisi peradilan semu paling bergengsi di dunia, diikuti oleh peserta dari hampir 700 sekolah hukum terbaik dan lebih dari 100 negara. Peserta akan berkompetisi menghadapi sengketa fiktif di hadapan Mahkamah Internasional. Topik yang diangkat tahun ini meliputi penggunaan sistem senjata otomatis, penyelesaian sengketa internasional yang berjalan paralel dalam dua forum berbeda, penerapan tarif perdagangan, dan imunitas menteri luar negeri yang dihadapkan pada tuduhan melakukan kejahatan perang oleh International Criminal Court. (/DAN)

Sumber : www.unpar.ac.id