Melihat Perspektif Lain dari Kasus Hukum Internasional dalam Kuliah Umum FH Unpar

Pada Selasa (12/5), Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) menggelar kuliah umum “Hukum Internasional Dalam Kehidupan Sehari-Hari” yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Kuliah umum yang dilakukan via daring tersebut dipandu oleh John Lumbantobing selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.

Mengundang Dr. iur. Damos Agusman, S.H., M.A. sebagai narasumber, topik yang dibahas meliputi aplikasi hukum internasional dalam keseharian serta pembahasan isu-isu hukum internasional yang melibatkan Indonesia.

“Hukum internasional bukanlah hukum eksklusif. Hukum internasional selalu ada di sekitar kita,” tutur Damos Agusman ketika memulai perkuliahan siang itu. Damos menjelaskan bahwa hukum internasional kerap kali tidak disadari keberadaannya karena biasanya dipahami dari perspektif lain.

Kuliah umum dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kasus-kasus hukum internasional yang membuat Indonesia terlibat di dalamnya. Kasus seperti WNI ABK di kapal China yang sedang ramai diperbincangkan maupun perseteruan antara Indonesia dan Malaysia terkait kepemilikan budaya. Damos memberikan penjelasan mengenai implementasi hukum internasional dalam kasus-kasus tersebut untuk melihat perspektif lain dari hubungan antar negara. Damos menjelaskan juga mengenai peran serta Indonesia dalam pembentukan UNCLOS terutama pasal-pasal tentang archipelagic states.

Kuliah umum, yang juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas lainnya, kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta kuliah umum. (AKA/DAN – Divisi Publikasi)