PILS & AIAC YPG “Introduction to Arbitration Workshop”

Parahyangan International Law Society (PILS) bersama Asian International Arbitration Centre (AIAC) dan AIAC Young Practitioners Group (AIAC YPG) menyelenggarakan workshop bertema “Introduction to Arbitration” pada tanggal 12 Desember 2020 melalui platform Zoom Meeting. Workshop ini dihadiri oleh 62 peserta yang terdiri atas mahasiswa FH Unpar dari angkatan 2016 hingga 2020.

Workshop Introduction to Arbitration terdiri atas 6 sesi.  Pada sesi pertama, Ilman Rakhmat, Managing Partner dari Rakhmat Suroso Adinugraha Advocates, membuka acara dengan memaparkan materi bertema “Best Practices in Drafting Dispute Resolution Clause“. Kemudian dilanjutkan dengan drafting workshop yang dipimpin oleh Albertus Aldio Primadi yang merupakan Senior International Case Counsel dari AIAC. Pada sesi ini, para peserta dibagi atas dua kelompok sebagai representatif dari perusahaan fiktif Alberta dan Prata. 62 peserta dari peserta workshop kemudian dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyusun sebuah klausul penyelesaian sengketa sesuai dengan kebutuhan para pihak. Hasil dari penyusunan klausul penyelesaian sengketa tersebut kemudian dievaluasi secara langsung oleh Pak Aldio pada sesi ketiga.

Kemudian dalam sesi keempat yang bertema “Overview of Arbitration Legislative Framework” dengan pembicara Eri Hertiawan, Partner dari Assegaf Hamzah & Partners dan juga alumnus FH UNPAR, Para peserta diberikan pemahaman mengenai konsep choice of law serta pemahaman lebih lanjut mengenai seat of arbitration, dengan memperhatikan hukum positif di Indonesia. Pada sesi kelima bertema “Conduct of the Arbitral Proceedings”, pembicara Narendra Adiyasa, Partner dari Hiswara Bunjamin & Tandjung yang juga alumnus FH UNPAR, membahas tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para pihak dalam menyelesaikan sebuah sengketa melalui arbitrase.

Workshop ini diakhiri dengan sesi keenam, yaitu sesi “Assessment”. Pada sesi ini, representatif Nicholas Wong dari AIAC memberikan penjelasan mengenai tugas yang perlu dikerjakan oleh para peserta. Tugas yang dimaksud terdiri atas dua macam, yaitu tugas pilihan ganda yang wajib dikerjakan oleh para peserta, serta tugas technical review dengan tenggat waktu 1 minggu yang dapat dikerjakan oleh para peserta yang tertarik mendapatkan kesempatan magang.

Dari Workshop yang telah diadakan oleh AIAC di Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, dan UNPAR, dua klausul penyelesaian sengketa terbaik dibuat oleh mahasiswa FH UNPAR. Selain itu, dari Sembilan nilai pilihan ganda tertinggi, enam berasal dari UNPAR juga. Dari workshop ini, diharapkan PILS bersama dengan AIAC dapat memberikan wawasan yang lebih luas sebagai bekal bagi mahasiswa FH UNPAR dalam menjalani karirnya di bidang hukum.