Cuti Studi, Mahasiswa Tidak Aktif, dan Pengunduran Diri

A. Pendahuluan

Seorang mahasiswa pada dasarnya berkewajiban menjalani proses pendidikan dan pembelajaran di setiap semester secara terus-menerus dan berkelanjutan. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa, karena alasan – alasan tertentu, seorang mahasiswa tidak dapat atau terbukti tidak memenuhi kewajiban itu atau bahkan tidak dapat mempertahankan statusnya sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UNPAR.

B. Cuti Studi

Cuti studi adalah keadaan di mana mahasiswa berdasarkan alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan tidak mengikuti kegiatan akademik baik perkuliahan maupun ujian pada semester yang akan atau sedang berlangsung berdasarkan ijin dari Dekan. Masa cuti studi tidak diperhitungkan sebagai masa studi terpakai pada saat mengevaluasi keberhasilan belajar mahasiswa. Berdasarkan Keputusan Rektor UNPAR Nomor: III/PRT/2004-01/07 tentang Aturan Bagi Mahasiswa yang Cuti Studi dan Mahasiswa Tidak Aktif pada Program Sarjana dan Program Diploma III di Universitas Katolik Parahyangan, diatur sebagai berikut:

  1. Persyaratan
  2. a. Seorang mahasiswa dapat mengambil cuti studi 2 (dua) semester berturut-turut, dan total 4 (empat) semester selama masa studinya di Fakultas Hukum UNPAR.
    b. Cuti studi dapat diberikan kepada mahasiswa yang telah mengikuti program pendidikan sekurang – kurangnya 2 (dua) semester berturut-turut. Pengecualian terhadap ketentuan ini ditetapkan oleh Dekan setelah memperoleh persetujuan Wakil Rektor Bidang Akademik.
    c. Alasan – alasan yang dapat dipertimbangkan untuk mengabulkan permohonan cuti studi adalah masalah kesehatan, masalah finansial, atau masalah pribadi lainnya.
    d. Sebelum mengajukan permohonan cuti kepada Dekan, mahasiswa yang bersangkutan harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dosen wali untuk mendapatkan rekomendasi. Rekomendasi dosen wali harus diberikan dalam bentuk tertulis dalam permohonan mahasiswa yang bersangkutan atau dalam surat tersendiri.

  3. Prosedur Pengajuan Permohonan Cuti Studi
  4. a. Permohonan cuti studi harus diajukan secara tertulis kepada Dekan melalui Wakil Dekan Bidang Akademik disertai dengan alasan – alasannya dan jangka waktu cuti yang diajukan, dengan persetujuan wali/orang tua yang bersangkutan.
    b. Permohonan cuti studi diajukan pada masa Pendaftaran Rencana Studi, sambil menunggu keputusan Dekan mahasiswa yang bersangkutan mengisi Formulir Rencana Studi dengan nol SKS dan mendaftarkannya ke Tata Usaha sesuai prosedur.
    c. Permohonan cuti studi paling lambat diajukan pada masa Perubahan Rencana Studi, dengan mengisi atau mengubah formulir rencana studi menjadi nol SKS dan mendaftarkannya ke Tata Usaha sesuai prosedur.
    d. Mahasiswa yang mengajukan permohonan cuti studi pada masa pendaftaran atau masa perubahan rencana studi harus melunasi Uang Cuti Studi setiap semester.
    e. Karena suatu alasan yang luar biasa Dekan dengan persetujuan Wakil Rektor Bidang Akademik dapat mempertimbangkan permohonan cuti studi yang diajukan setelah masa perubahan rencana studi. Alasan bahwa mahasiswa tidak memperoleh hak tempuh ujian akhir semester (UAS) untuk sebagian atau seluruh mata kuliah pada semester yang bersangkutan sama sekali tidak dapat dipertimbangkan sebagai alasan untuk mengabulkan permohonan cuti studi.
    f. Cuti studi yang diajukan setelah masa perubahan rencana studi sebagaimana butir e di atas menyebabkan tidak dapat dikembalikannya biaya yang telah dibayarkan untuk semester tersebut dan sisa kewajiban keuangan yang belum dibayar tetap harus dilunasi.
    g. Apabila Dekan dapat mengabulkan permohonan cuti studi maka tentang hal itu dimuat dalam suatu Surat Keputusan Dekan yang diserahkan kepada mahasiswa yang bersangkutan, dan tembusannya dikirim ke alamat orang tua/wali, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Sumber Daya, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kepala Biro Keuangan, dan disimpan di map mahasiswa yang bersangkutan.
    h. Mahasiswa yang telah selesai menjalani cuti dan bermaksud untuk aktif kembali harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Dekan melalui Wakil Dekan Bidang akademik yang menyatakan maksudnya tersebut.
    i. Masa selama mahasiswa cuti tidak diperhitungkan sebagai masa studi terpakai dalam evaluasi studi tahap dan akhir.
    j. Mahasiswa yang melanggar syarat – syarat Cuti Studi yang ditetapkan Dekan diperlakukan sebagai mahasiswa tidak aktif.

  5. Pembayaran Uang Cuti Studi
  6. a. Bagi mahasiswa yang cuti studi pada program sarjana, menurut Pasal 13 huruf b, wajib melunasi Uang Cuti Studi sesuai dengan tarif yang berlaku di Universitas Katolik Parahyangan.
    b. Permohonan Cuti Studi dan pembayaran Uang Cuti Studi dilakukan selambat – lambatnya sebelum berakhirnya masa Perubahan Rencana Studi (PRS).
    c. Biaya yang telah dibayarkan mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat dikembalikan dan mahasiswa tetap harus membayar sisa kewajiban keuangan yang belum dilunasi.

C. Tidak Aktif (Gencat Studi)

1. Keadaan Tidak Aktif (Gencat Studi) adalah keadaan di mana mahasiswa tidak melakukan pendaftaran rencana studi dan tidak mengikuti kegiatan akademik berupa perkuliahan dan ujian pada suatu semester atau lebih tanpa ijin Dekan. Mahasiswa yang tidak aktif dianggap tidak terdaftar sebagai mahasiswa pada semester tersebut, sehingga Fakultas dan/atau Universitas tidak akan memberikan pelayanan akademik dan administrasi apa pun kepada mahasiswa yang bersangkutan.
2. Mahasiswa yang tidak aktif (Gencat Studi), apabila hendak aktif kembali wajib mengajukan permohonan tertulis untuk diberi ijin mengikuti kegiatan akademik kepada Dekan.
Mahasiswa dengan status tidak aktif (gencat studi), wajib membayar Denda Gencat Studi untuk tiap semester selama tidak aktif (berdasarkan Pasal 13 huruf b Peraturan Yayasan Universitas Katolik Parahyangan Tahun 2015 Tentang Tarif Uang Ujian Saringan Masuk dan Uang Studi Program Diploma dan Program Sarjana Universitas Katolik Parahyangan tahun akademik 2016/2017).
3. Masa selama mahasiswa tidak aktif (gencat studi) diperhitungkan sepenuhnya sebagai masa studi terpakai dalam evaluasi studi tahap dan akhir.
4. Mahasiswa yang tidak aktif (gencat studi) selama 2 (dua) semester berturut-turut atau 3 (tiga) semester tidak berturut-turut tidak diperkenankan melanjutkan studi di Fakultas Hukum Unpar, dan diperlakukan sebagai mahasiswa yang mengundurkan diri.

D. Pengunduran Diri

1. Mahasiswa yang karena suatu alasan terpaksa mengundurkan diri dari Fakultas Hukum UNPAR harus mengajukan permohonan tertulis kepada Dekan melalui Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dengan menyebutkan alasannya.
2. Permohonan pengunduran diri harus diketahui oleh orang tua/wali mahasiswa yang bersangkutan.
3. Apabila mahasiswa tersebut telah menyelesaikan semua kewajiban keuangan, Fakultas atas permohonan mahasiswa yang bersangkutan dapat menerbitkan surat keterangan pernah kuliah di Fakultas Hukum UNPAR disertai daftar mata kuliah yang telah lulus.
4. Mahasiswa yang mengundurkan diri dari Fakultas Hukum UNPAR karena alasan apa pun tidak dapat lagi diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UNPAR.

X