Workshop Koperasi Abad ke-21? Masih Zaman Tau! Tema: Memahami Substansi Koperasi di abad ke 21 Berdasarkan Peraturan Terbaru

Pada tanggal 26 Juni 2021, Divisi Ekonomi Kreatif Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HMPSIH) UNPAR berkolaborasi dengan AKSA Foundation, LHBM Counsel, dan SUDDHA Law Firm untuk mengadakan workshop dengan judul “Koperasi Abad ke-21? Masih Zaman Tau!” dengan tema “Memahami Substansi Koperasi di abad ke 21 Berdasarkan Regulasi Terbaru.” Workshop ini diadakan dengan tujuan untuk dapat memberikan wawasan serta pengetahuan  baru agar banyak orang memahami peluang-peluang baru yang ada pada Koperasi berdasarkan regulasi terbaru yang telah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu, seperti UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 maupun PP Nomor 7 Tahun 2021. Perubahan regulasi yang dijajaki oleh pemerintah tersebut tentunya berdampak besar pelaksanaan teknis dari regulasi yang bersangkutan, seperti pendirian koperasi, modal koperasi, sampai kira-kira bidang apa yang dapat dilaksanakan oleh koperasi sebagai suatu badan hukum itu sendiri. Workshop yang diseleggarakan oleh HMPSIH pada kesempatan kali ini bertujuan untuk mengulik dan mengupas tuntas  materi-materi tersebut, didukung oleh banyak partisipasi dari para peserta mancanegara dalam bentuk pertanyaan, diskusi, ataupun kritik terhadap pelaksanaan pengaturan koperasi di Indonesia itu sendiri,

Selain dari adanya keinginan dari rekan-rekan HMPSIH untuk memberikan wawasan lebih mengenai regulasi terbaru dari koperasi itu sendiri, workshop yang diadakan juga bertujuan untuk mewujudkan Soko Guru Pereknonomian Guru Nasional Indonesia yang lebih baik dan mengikuti perkembangan zaman. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh seluruh stakeholder berupa peran apa yang dapat seorang mahasiswa lakukan ke depannya untuk mengembangkan koperasi yang ada di Indonesia. Melalui Workshop yang diadakan, para peserta dan Mahasiswa/i FH Unpar diberikan pemahaman terkait pentingnya koperasi di abad ini, terlebih potensi koperasi itu sendiri yang akan memberikan banyak manfaat dengan tetap menyesuaikan pada kebutuhan dan perkembangan zaman (tidak terkesan kuno) apabila dikelola dengan bijak, cerdas serta inovasi-inovasi yang kreatif. Potensi tersebut dapat berupa kegiatan usaha barang/jasa yang nantinya dapat mensejahterakan anggota-anggotanya, hingga kemungkinan Koperasi dapat memiliki aset yang sejatinya, manfaat dari aset tersebut akan kembali kepada anggota itu sendiri.

Workshop ini didukung oleh para pembicara yakni associates dari firma hukum yang telah memiliki pengalaman dalam bidang Koperasi, di mana materi dari workshop dibawakan oleh dua orang pembicara yang bernama bapak Heru Muzaki, S.H. LL.M dan bapak Ferdinan Moratama, S.H. dengan materi yang dibawakan meliputi seputar legalitas/perizinan bagi pendirian Koperasi dan peluang positif bagi koperasi berdasarkan Omnibus Law Undang – Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan PP Nomor 7 Tahun 2021. Melalui acara ini, Divisi Ekonomi Kreatif HMPSIH 2021 berharap agar para peserta dan Mahasiswa/i FH Unpar maupun peserta lainnya dapat lebih paham tentang koperasi, legalitasnya serta bisa memanfaatkannya dengan baik. Kegiatan workshop yang kurang lebih berjalan selama 2 jam tersebut, ditutup dengan peserta yang terlibat dalam pengerjaan quiz yang telah disediakan oleh panitia workshop dan dengan sesi tanya jawab peserta dengan narasumber. Maka, melalui acara ini Divisi Ekonomi Kreatif HMPSIH dan Aksa Foundation berharap agar para peserta terutama Mahasiswa/I FH Unpar dapat memahami substansi di abad koperasi di abad ke 21 serta peluang – peluang positif bagi Koperasi berdasarkan regulasi terbaru.

Acara yang berlangsung pada tanggal 26 Juni tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pihak seperti Dr.Iur Liona Nanang Supriatna, S.H M.Hum selaku Dekan FH Unpar, hingga para pembicara dan peserta yang memberikan apresiasi kepada Divisi Ekonomi Kreatif HMPSIH 2021 sebagai penyelenggara workshop. Hal tersebut dikarenakan workshop yang disajikan membuka pandangan serta tips and trick dalam mengembangkan Koperasi agar dapat memiliki daya tarik seperti Korporasi, dalam hal ini termasuk manfaat bagi para anggota dan masyarakat disekitarnya. Selain itu, di akhir sesi, pihak panitia juga mengadakan kuis interaktif yang dimaksudkan untuk me-refresh semangat dan mengulas kembali terkait terkait workshop yang telah disampaikan agar output yang didapat lebih maksimal. Dengan demikian, penilaian atau evaluasi yang lebih tepat sasaran dapat dilakukan dengan diadakannya kuis tersebut dan sebagai bagian akhir dari output workshop tersebut, diharapkan para peserta juga dapat mendapat motivasi berupa ketertarikan untuk membangun koperasi dengan tujuan menggerakan perekonomian rakyat dengan tetap mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan regulasi-regulasi terbaru.

  • Sri Indra Alika Putri, Azura Salsabila Ridwan, Christopher Danny dan Hugo Sebastian